sosoiologi munyuk (1)

January 16, 2007 – 11:00 pm

kethek..(maaf kusus +17) Susunan wilayah-wilayah kekuasaan kera jantan terhadap kera betina,  kalau digambar,berbentuk seperti lingkaran rantai yang berangkai-rangkai. Tidak tersambung memanjang,melainkan satu lingkaran berangkai dengan dua atau tiga lingkaran lain.

Satu lingkaran menunjukan adanya dua atau tiga atau empat empat kera betina yang merupakan ‘radius kejantanan’ seekor kera jantan.sekitar 2 atau 3 km lebih sempit dari radius kejantanan harimau.

Persambungan antara lingkaran menunjukkan bahwa satu betina berkomunikasi seksual (tanpa nikah) dengan dua atau tiga jantan. Jadi yang terjadi bukan hanya poligami,namun juga poliandri. Tak bisa anda sebut “satu kera ja sekaligus ntan menguasai dua atau tiga kera betina”, sebab satu kera betina juga menguasai dua atau tiga kera jantan.

Yang lebih enak adalah menghindarkan istilah ‘menguasai’ dan ‘dikuasai’. Peta persambungan lingkaran-lingkaran itu sesungguhnya menunjukkan nature perhubungan social,individual maupun seksual yang harmonis. Bahkan metode gilirannya pun sudah ‘diatur’ sedemikian rupa sehingga tidak jadi benttrok. Kera-kera tidak sebodoh ceroita film “No Way Out” yang menceritakan gadis yang menjadi gundik menteri pertahanan sekaligus menjadi gudik bawahannya.

Kalau sempat nyambung ke sosiologi munyuk(2)


No comments yet.

Post a Comment


Anti-spam measure: please retype the above text into the box provided.