tarif di sebuah warnet

December 21, 2006 – 9:00 am

tertulis dan berbunyi:

1. Tarif Internet atau pemakaian Rp. 3000 perjam pertama, jam berikutnya di hitung Rp.2500
2. Minimal pemakain 1 jam. kurang dari satu jam akan diitung Rp.3000

HAAAAHHH… dengan tarif segitu kemungkinan customer kapok kali buat balik lagi… yaaahhh kalo balance sama dia bayar dan koneksinya siy… no what-what …. aslinya lemodd.
NB: biliknya juga sempit lagi… jangankan buat dugem… buat jongkok aja susah bangget…dengan ukuran 70 cm x 70 cm bisa bayangken… hari ini hari sial……buatku… NB2: katanya pake telkom S******


Cara Bersalaman yang Baik

December 20, 2006 – 6:13 am

Cara berjabat tangan memang merupakan cerminan kepribadian seseorang. Cara anda menggenggam, menggoyangkan tangan dan eye contact, tidak luput dari penilaian saat wawancara pekerjaan.

Jangan sampai penilaian terhadap anda jadi salah ataupun menjadi minus saat wawancara hanya karena masalah jabat tangan semata. Ada beberapa gaya bersalaman yang bisa anda ketahui, mungkin saja anda ingin merubah gaya bersalaman anda.

Salaman ‘Lembap’. Tangan anda termasuk yang mudah berkeringat dan basah. Jika anda tidak ingin si pewawancara menarik tangan maka cobalah anda lap secara diam-diam sebelum berjabat tangan dengannya. Bila anda termasuk yang mudah berkeringat, cobalah basuh tangan sebelum anda diwawancara.

Setelah itu jangan katupkan tangan anda, jagalah agar selalu terbuka. Tangan yang tertutup atau terkepal akan mendorong kelenjar semakin aktif mengeluarkan keringat. Jangan gugup karena secara efektif akan membuat tangan anda basah. Cobalah untuk tenang, rileks dan fokus.

Salaman ‘Lemah’. Gaya bersalaman yang terlalu lembut atau lemah, menunjukkan rasa percaya diri yang kurang selain terlihat malas-malasan dan kurang menunjukkan minat. Bila saat wawancara anda melakukan gaya ini maka si pewawancara akan bertanya-tanya kualitas percaya diri anda. Latihlah untuk menjabat tangan lawan bicara anda dengan genggaman lebih kuat dan erat tapi tidak menjepit.

Salaman ‘Sentuh Jari’. Gaya berjabat tangan ini lemas sehingga memberi kesan seperti tidak berniat untuk bersalaman. Karena cara bersalaman ini biasanya hanya menyodorkan empat ujung jarinya dengan sekilas. Sebaiknya jangan dilakukan saat anda akan diwawancarai karena akan mengurangi nilai untuk anda.

Salaman ‘Full Contact’. Biasanya genggamannya erat dan mantap tapi tidak terlalu kencang dan menjepit. Sambil menggenggam tangan lawan, biasanya juga diikuti dengan eye contact yang ramah. Ini gaya berjabat tangan yang bagus untuk menunjukkan rasa percaya diri yang cukup bagus tapi tidak berlebihan. Lakukan saat wawancara untuk membuka gerbang impresi pertama yang menarik.

Jabat tangan mungkin sekilas seperti sesuatu hal yang kecil tapi kesan pertama sebelum melakukan wawancara seringkali muncul justru berasal dari point ini. Memang kelihatannya sederhana dan remeh tetapi dapat menjadi faktor menentukan dalam wawancara serta kehidupan sosial. Jabat tangan dengan mantap dan sambil menatap lawannya akan memiliki kesan pertama yang baik. Goodluck…


akhirnya

December 18, 2006 – 5:01 am

 

Akhirnya….. hujan turun ..walaupun sebentar….benar pepatah orang…."Panas setahun dibalas hujan sehari".

Adakah yang tahu maksudnya.

Jogjakarta waktu sagan (04:00 AM) hujan dengan cukup deras….sambil tersengar seruan adzan subuh….
+++++++++++++++++++++++++++++++